Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Maret 2021

Tanah Pusaka


...akupun dilahirkan disana...
Jagalah kelestarian sejarah budaya
Semua rahmat Tuhan yang maha esa
Mari bersama sama
Menjaga lingkungan hidup ini..


Lagu ini mengandung nilai
Entah itu apa

Namun masyarakat pada jaman itu semua paham,
Nilai itu kini seolah pudar
Itu yang kita rasakan

Nilai itu kini sudah terlupakan

Jaman berlalu
Waktu berputar
Lagu tahun 80 an
Lisrtik baru akan mau masuk desa
Tape recorder di dayai accu
Begitulah kira kira..

Semoga nilai ini
Masih ada..






Nusantaraku
Song by: Jamal Mirdad
Music by : A Riyanto 
Year : 1980
Album: Perawan Desa
Prod: Musica Record
Nusantaraku 

Bonus;

Kamis, 20 Februari 2020

Eling Eling Banyumasan



Para kanca.,
Apa pada ngerti ?..
Anu apa..
Wohe aren niku apa?,
Uwis ngerti..
Niku ngemu teges sing kepriwe,
Supaya kon pada eling,
Eling maring tembung sing telu tegese,
Sepisan tata krama
Pindone kuwe temen,..
Kaping telu kuwe tepa slira,
Dadi siswa sing utama,...

Eling eling..
Wong eling baliya maning.
Lesus kali
Kedung jero banyu mili ,
Meneng soten,
Atine bolar baleran..
Ramaa...


Beberapa hari ini bandung diguyur
gerimis...

Bonus
Bacaan shalat lengkap dengan terjemahan
https://news.detik.com/berita/d-4607075/10-bacaan-sholat-tata-cara-dan-terjemahannya

Sabtu, 06 Januari 2018

Bekerja




Ora butuh kae-kae..
Butuhku mung nyambut gawe..

Sepenggal lirik langgam jawa,dulu semasa kanak-kanak sering terdengar, ketika alm Bapakku pulang kerja dari balai desa,untuk kemudian beristirahat melepas lelah dengan tiduran,
Maklum hawa di desa kami yang cukup panas di siang hari dan semilirnya angin membuat suasana terasa pas mendengarkan gending uyon-uyon bak mantra yang menenangkan jiwa..

Bekerja itu sakit dan menderita..
Ribuan buruh pabrik mesti masuk teng" pukul 8 pagi kemudian baru keluar jam 5 sore..seolah terpenjara berteman dengan mesin dan lantai gedung..
begitu berharga sekali bagi mereka untuk menikmati cerahnya sinar matahari di jam 10 pagi...
Atau seorang satpam di sebuah pos rumah mewah,meski terlihat duduk santai,dia tidak tenang,gelisah,karena anak dan istri, belum tamu dunungannya, bisa datang sewaktu-waktu dengan bunyi klakson yang menggelegar di depan pintu gerbang...
Atau seorang supir pribadi,meski mobilnya sekelas vell fire, the dream car nya para koruptor,politisi dan pejabat, dengan perangkat audio yang memanjakan telinga,dia tidak bisa bebas untuk sekedar mendengarkan musik klangenannya,kentut pun menjadi sesuatu yang mahal..
Atau seorang polisi yang harus mengatur lalu lintas yang semrawut di tengah panas dan hujan,
Atau anda seorang boss yang setiap hari jum at sore harus sudah menyiapkan bayaran,belum bayar ongkos bahan dan biaya produksi yang datang seperti kitiran..eh sudah begitu di utang sama konsumen...

Apapun posisi dan siapa kita, tempatilah ruang kita, jatah kita yaitu bekerja...

Berusahalah berdamai dengan profesi kita...
Atau kalau kita sedang kehilangan motivasi,mood,merasa bosan dengan pekerjaan kalimat satire ini bisa untuk menjadi bahan renungan...

KERJA adalah CINTA yang mengejawantah..
dan bila engkau tidak sanggup bekerja dengan cinta tapi dengan enggan, maka lebih baik kau mengambil tempat di depan gapura sebuah candi,dan meminta sedekah kepada mereka yang bekerja dengan suka cita...
dari sang Nabi Khalil Gibran

Monggo.. diterusna uyon-uyone....
"Ora butuh kae-kae,..butuhku mung nyambut gawe..."



Bdg, @wal 2018

Selasa, 30 Mei 2017

Lakuning banyu


Filosofi air

Dalam air terkandung sifat kebebasan,spontan,kerendahan hati dan kekuatan daya lenting untuk menerima perubahan tanpa kecemasan dan ketegangan.

Air bersifat mengalah,namun tidak pernah kalah,
Air mematikan api dan membersihkan kotoran,
Kalau merasa akan di kalahkan,ia akan meloloskan diri dalam bentuk uap dan kembali menjadi embun,
Air merapuhkan besi sehingga hancur menjadi abu,

Bilamana bertemu batu karang,dia akan berbelok untuk kemudian meneruskan perjalanannya kembali,
Air membuat jernih udara sehingga angin menjadi mati,

Air memberi jalan pada hambatan dengan segala kerendahan hati, karena ia sadar bahwa tak ada suatu kekuatan apapun yang dapat mencegah perjalanannya menuju lautan,

Air menang dengan cara mengalah,dia tak pernah menyerang,
Namun selalu menang pada akhir perjuanganya.


( Tao Te Ching )



Minggu, 06 April 2014

Pasunda Bubat- bag.1

oleh:Nina Herlina Lubis
Guru Besar Ilmu Sejarah FIB UNPAD,

Peristiwa Pasunda Bubat di kisahkan dalam naskah-naskah yang tergolong sekunder.
Hingga saat ini tidak ada sumber primer yang menyebutkan adanya peristiwa tersebut.
Namun, tidak berarti bahwa peristiwa itu tidak pernah terjadi

Dalam serat pararaton disebutkan bahwa Pasunda Bubat terjadi bersamaan dengan peristiwa yang disebut Padompo, yaitu penyerbuan pasukan Majapahit ke Dompo yang terjadi pada tahun 1357 Masehi.

Penulisan serat pararaton sendiri dilakukan paling cepat lebih dari seratus tahun setelah peristiwa tersebut ( 1474-1484) ketika Majapahit sedang mengalami keruntuhannya.

Siapakah penulis naskah ini?
Sebagaimana kebanyakan penulisan sejarah tradisional, biasannya anonim.

Namun mengapa peristiwa yang dikatakan sebagai aib bagi Majapahit di ungkapkan dalam naskah tersebut?
Kemungkinan besar yang menulis naskah atau yang menyuruh menulis naskah tsb, adalah pihak yang berseberangan dengan Majapahit.
Jadi tidak mengherankan bila peristiwa yang dianggap aib bagi musuh diungkap dalam naskah itu.
Dalam kurun waktu seratus tahun, tentulah masih ada yang bisa menceritakan kisah tragis yang menimpa Raja Sunda tersebut.

-Kesimpulannya;
"Inti dari Pasunda Bubat dalam naskah serat Pararaton adalah Peristiwa sejarah"
Meskipun detailnya mungkin rekaan pengarangnya.

Namun mengapa dalam Carita Parahyangan yang berasal dari Tatar Sunda hanya dikisahkan sangat ringkas?
Peristiwa Pasunda Bubat tentulah peristiwa besar,yang sangat menyedihkan.
Jadi mungkin saja , urang Sunda ingin melupakan peristiwa tersebut,meskipun agak mengherankan bahwa dalam kisah singkat itu seakan ada 'celaan bagi kaum perempuan Sunda yang dianggap matre'.


Kisah panjang lebar tentang Pasunda Bubat dalam Kidung Sunda/Kidung Sundanaya yang sangat menyedìhkan hati orang Sunda yang membacanya dan mungkin menyulut ' kemarahan ataupun rasa dendam' tampaknya didasarkan atas kisah dalam naskah yang lebih tua yakni Serat Pararaton.
Dan atas prakarsa para ahli Belanda pulalah naskah ini kemudian diterbitkan oleh Volkslectuur ( Balai Pustaka- sekarang )
Menurut salah salah satu sumber , disebutkan bahwa buku berjudul Kidung Sunda itu di jadikan bahan bacaan bagi siswa-siswa Algeme Middelbare School ( sekolah setingkat SMA sekarang )

.. politik devide et impera Belanda..,


http://iwankusliawan.blogspot.co.id/2014/04/pasunda-bubat-bag2.html?m=1

( Bersambung )

Senin, 03 Februari 2014

Kuthut Manggung-Rukun Agawe Santosa




Langgam pengeling-eling yang mungkin sudah dilupakan di abad internet sekarang ini.

Kuthut Manggung-Rukun Agawe Santoso

Sore-sore yo la yo kuthut manggung..
Njaluk-njaluk ngombe..
Eo Ea Eo..
Gandes luwes sak solahe..dst


Ajining diri pribadi..
Mung gumantung ing wedhaling lathi,
Aja dianggep sepele..
Nyatane gedhe pigunane,


Sesanggemane bebrayan..
Ora cukup pangkat sarta bondo,
Pinangka jangkeping sesrawungan..
Kudu sing waspodo,


Aja nganti gawe cuwo..
Mring sapodho-sopodho,
Becik ngalah sawetoro pamrihe..
Urip tentrem sakabehe


Kang pantese nudarsono
Ngantut runtut tentrem lan raharjo,
Rukun bisa agawase santoso
Yekti kang jinongko..




Bdg, Feb 2014.

Selasa, 24 Desember 2013

Blangkon

" Sampean kayong mandan mambu menyan.."

Kira-kira begitu salah seorang teman di FB,mengomentari foto profilku yang memakai blangkon beberapa waktu yang lalu..
Ternyata blangkon bagi sebagian orang mempunyai imej sendiri, berkonotasi kurang baik..

Pun demikian ketika ada sinetron atau film yang berbau horor, ketika harus ada adegan yang menampilkan blangkon, terkadang blangkon diidentikan dengan orang pinter (tanda kutip), orang sakti paranormal,dukun pelet,dukun santet lah dengan background kepulan asap menyan...

Menurut saya ora pas jan2e..sebab paranormal seperti Ki Joko Bodo meski berambut panjang dan göndrong, kalau tampil di TV jarang atau bahkan tidak pernah memakai blangkön..


Beberapa waktu yang lalu seperti di lansir detik.com, di Bandung diadakan tema Rebo Nyunda, atau setiap hari Rabu warga Bandung disarankan menggunakan bahasa Sunda.Memakai iket sunda untuk laki-laki..
Sebagai orang jawa yang hampir separo umur lebih tinggal di Bandung meski di kelas bawah, saya pun jadi kagum.


Sejenak jadi teringat blangkon yang pernah saya beli di kampung halaman, waktu mudik 4 tahunan yang lalu..

Kenapa saya kepengin punya blangkon waktu itu , saya sendiri tidak tahu..filosofi blangkon pun saya tidak paham , dipakai pun sesekali, ketika bebersih atau beberes ,sambil mendengarkan suara merdunya Alm. Manthou's CsGk..Nyidam Sari, Bengawan Sore,Sinom Parijotho dll.. Menenangkan nurani_
Atau mungkin saya cuma sedang butuh teman..

Disaat sedang dirumah, ketika anak dan istri berkomunikasi memakai bahasa sunda begitu fasìhnya..saya mlongo dan merasa sendiri,
Seolah tidak percaya sekaligus kagum, anak saya masih kelas 5 SD yang setengah dari tubuhnya mengalir darah jawa tulen,ngapak bin medok ,dari bapaknya.,begitu lepas bercengkerama dengan ibunya dalam dialek sunda..begitupun ketika dengan teman-temanya baik dirumah maupun di sekolah..

Sedangkan bapaknya sendiri yang sudah dua setengah windu mengenal basa sunda, kecletot2 terus kalau berbicara dengan urang asli sunda.

Kembali lagi
Mungkin saya sedang butuh teman
Atau mungkin malah terinspirasi oleh Kanjeng Sunan Kalijaga, kalau melihat foto walisongo., cuma Kanjeng Sunan Kalijaga yang tetap memakai blangkon dan pakaian jawa..,

Kadang suka timbul pertanyaan dalam hati , Kenapa beliau berbeda dengan delapan wali yang lain ,tetap memakai blangkon dan pakaian jawa., Apakah maknanya...

Apakah tujuannya...
Saya yakin ada, cuma Tuhan dan Sunan Kalijaga sendiri yang tahu, atau mungkin Anda tahu..?





Bandung, 24 Desember 2013.

Universitas Kehidupan

Jika semua yang kita kehendaki terus kita miliki, darimana kita belajar ikhlas. Jika semua yang kita impikan segera terwujud, darimana kita ...